Mengatur THR Agar tidak Kebablasan

Senin, 19 Juni 2017 11:17


(ist)

CSR.id - Apa yang biasanya membuat pengeluaran kala Ramadan, khususnya menjelang Lebaran membengkak? Sebut saja seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, budaya buka puasa bersama, persiapan kue-kue dan makanan menjelang lebaran, serta yang biasanya paling besar adalah biaya mudik. 


Bahkan ada yang menyebutkan jika pengeluaran saat Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri biasanya meningkat 25-50 persen dibandingkan bulan-bulan lain. 


Nyatanya, uang Tunjangan Hari Raya (THR) masih dianggap sebagai penyelamat. Padahal apabila kita tidak bijak mengelola, gaji ke-13 itu bisa saja lenyap tanpa sisa. Lebih ironis lagi duit bulanan rutin ikut tergerus tanpa bisa ditabung.


Lantas, apa saja yang bisa Anda lakukan agar miliki rencana keuangan terbaik dalam mengelola THR ini?


1. Bagi-bagi

Siapa dari Anda yang duit THR-nya selalu habis tiap bulan? Sudah dipastikan banyak dari Anda yang mengacungkan tangan tanpa malu-malu. THR memang duit bonus, tapi bukan artinya Anda mesti menghabiskannya tanpa sisa.


Untuk mengantisipasi hal ini maka ketika menerima uang THR, cobalah untuk menetapkan persentase kebutuhan yang diperlukan. Cara ideal adalah menyisihkan 50 persen jumlah yang ada untuk kebutuhan di luar belanja konsumsi Lebaran.


Pisahkan Keperluan


2. Jika sudah miliki pasangan, pisahkan keperluan

Taruhlah Anda telah memiliki pasangan yang sama-sama bekerja dan mendapatkan THR. Kesimpulannya, jumlah bonus THR yang Anda dapatkan tentu akan lebih besar jika digabungkan. 


Namun, cobalah untuk membuat kesepakatan bersama memisahkan uang tersebut sesuai keperluan. Contoh konkretnya seperti THR yang didapat suami digunakan untuk keperluan Lebaran, dan yang didapat istri untuk ditabung. 


3. Belanja sesuai kemampuan

Tidak salah bila saking senangnya dapat duit THR, akhirnya langsung belanja. Hal itu wajar asalkan jangan gelap mata saat berbelanja. 


Karena yang terpenting saat menetapkan anggaran keperluan Lebaran yang tepat adalah dengan tidak membeli barang-barang kebutuhan yang ternyata tidak sesuai dengan tingkat kemampuan Anda.


Ketahui Pengeluaran


4. Pastikan dana mudik siap jauh hari

Strategi untuk mendapatkan tiket murah guna keperluan mudik adalah membeli tiket transportasi jauh hari sebelumnya. Jika mepet, selain risiko kehabisan tiket, harga yang diberlakukan pun lebih mahal. 


Solusinya, demi keperluan mudik, khususnya tiket transportasi, cobalah untuk menyisihkan pendapatan bulanan dari sebelum Lebaran. Dengan demikian Anda bisa mengatur keperluan Lebaran di luar dana mudik.


5. Ketahui pengeluaran

Selain kebutuhan belanja, pengeluaran Lebaran Anda akan ditambah untuk mengeluarkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Boleh saja Anda menganggap pengeluaran-pengeluaran ini kecil. Tapi tetap saja Anda harus alokasikan dengan baik. Apalagi zakat fitrah yang merupakan kewajiban bagi umat Muslim jelang Lebaran. 


Pengeluaran lain yang mesti dialokasikan adalah hidangan Ramadan dan Lebaran, pakaian, dan THR asisten rumah tangga. Cobalah tetapkan besaran kebutuhan dana ini sejak awal atau disesuaikan dengan jumlah pos anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya.


6. Komitmen

Pasca menetapkan segala kebutuhan dan pengeluaran yang harus dilakukan, maka berkomitmen untuk mengikuti anggaran tersebut agar tidak kebablasan. Fungsinya adalah Anda bisa tetap pada jalur pengeluaran yang tepat sehingga masih bisa menyisakan dana untuk tabungan dan biaya lainnya.


Boleh saja Anda berpikir tentang dana pendidikan yang mendesak mengingat masa Lebaran berdekatan dengan pergantian tahun ajaran baru. 


Namun alangkah baiknya jika dana pendidikan juga sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dana tambahan untuk pendidikan bisa diambil 25-30 persen dari jumlah sisa dana dimiliki. 


(ayb/int)


Berita Terkait
Enam Fakta Menarik Tentang Wahana Roller Coaster
Kenapa Banyak Wanita Memilih Cari Jodoh via Online?
Kenapa Kebanyakan Kursi Pesawat Berwarna Biru?
Beginilah Cara Menghadapi Suasana Kantor yang Berisik
Mengapa Tidur Siang Baik untuk Anda?

Please login for commentKomentar
mama
Kalau THR dapatnya setahun sekali jadi sebaiknya jangan di habiskan, harus ada yang ditabung supaya tidak menyesal habis begitu saja
Arif
makin mengerti saya, bagus juga buat di ikuti caranya dan sangat positif loh
runi
teorinya memang sepertinya gampang, tapi kalau liat realitanya, dimana harga sembako yang tinggi, belum lagi kewajiban2 yang mesti dibayarkan seperti air listrik dan cicilan juga, boro2 kebeli tiket, bisa cukup aja udah syukur
princess
iya nih THR saya malahan udh habis langsung gitu
xx
harus benar benar bisa di pilah pilih untuk bisa menjaga keuangan setiap bulannya, kalau bisa thr nya di simpan saja dengan baik
ferry
memang perli pengaturan kalau tidak THR yang diterima akan terbuang sia-sia
Sam
beli barangnya yang dibutuhkan saja, jangan yang tidak perlu dan hanya diinginkan sesaat biar budget tidak jebol
sumaryani
jangan terlalu boros saat mendapatkan thr habisa lebaran utang bisa numpuk
Renny
masih dapat aja udh syukur, kalo yang punya pasangan mah bisa dibagi2 ini untuk siapa2 nya -r-
emma
THR itu kurang lbh sama dgn bonus jd gunakanlah dgn cermat jgn nnti setelah lebaran malah punya hutang

Event

Liga Seni Budaya19 Agustus 2017 - 19 Agustus 2017
Anime Festival Asia (C3 AFA)18 Agustus 2017 - 20 Agustus 2017
Lomba Foto Instagram16 Agustus 2017 - 31 Agustus 2017
Young On Top National Conference 201712 Agustus 2017 - 12 Agustus 2017
+ index