Waspada Bahaya Kurang Tidur

jumat, 21 April 2017 16:19


(ist)

CSR.id - Peneliti mengatakan orang yang kurang tidur cenderung lebih sulit melihat sesuatu hal dengan positif.


Ini dikarenakan menurut peneliti, kurang tidur dapat mempengaruhi wilayah spesifik pada otak yang diketahui bekerja mengatur respon emosional negatif. Terutama bagi mereka yang menderita depresi dan kecemasan, sehingga membatasi kemampuan mereka dalam melihat sesuatu secara positif.


Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Depression and Anxiety memaparkan, area otak korteks anterior cortist dorsal, harus bekerja lebih keras untuk memodifikasi respon emosional yang negatif pada orang-orang yang kekurangan tidur dan memiliki depresi, serta kecemasan.


"Penelitian kami menunjukkan bahwa tidur mungkin memainkan peran penting dalam kemampuan untuk mengatur emosi negatif pada orang-orang yang menderita kegelisahan dan depresi," papar Asisten Profesor di University of Illinois di Chicago College of Medicine di AS sekaligus peneliti utama dalam penelitian ini, Heide Klumpp.


Tim peneliti menggunakan MRI fungsional untuk mengukur aktivitas di berbagai wilayah otak dan peserta ditantang dengan tugas pengaturan emosi.


Sebanyak 78 peserta berusia 18 hingga 65 tahun yang telah didiagnosa menderita gangguan kecemasan, gangguan depresi berat maupun keduanya, ikut dalam penelitian ini.


Peserta diperlihatkan gambar-gambar kekerasan yang dapat mengganggu seperti gambar perang atau kecelakaan. Peserta hanya diminta untuk sekadar melihat dan tidak mengontrol emosi atau menilai dengan positif apa yang mereka lihat.


Penilaian positif contohnya adalah jika ada gambar perempuan yang memiliki muka babak belur, maka akan dianggap sebagai makeup peran dibanding perempuan yang selamat sebagai korban kekerasan. "Penilaian positif adalah sesuatu yang membutuhkan energi mental yang signifikan," ucap Klumpp.


"Pada orang dengan depresi atau kecemasan, penilaian ulang yang positif akan lebih sulit lagi, karena kelainan ini ditandai oleh kenegatifan kronis yang membuat melihat sesuatu yang baik terasa sulit," tambahnya.


(ayb/int)


Berita Terkait
Makanan Ini Diprediksi Bakal Jadi Tren Tahun 2018
Pikir-Pikir Lagi Deh kalau Mau Merebus Telur di Microwave
Cara Atasi Kulit Kering Saat Musim Hujan
Gak Perlu Obat! Ini 3 Makanan Enak yang Bisa Bantu Usir Flu Lebih Cepat
Zodiak ini Terkenal Miliki Sifat Paling Murah Hati

Please login for commentKomentar
Marsim
wah saya kurang tidur tiap hari nih,jadi harus berhati-hati mulai sekarang harua bisa memanfaatkan waktu buat tidur donk,biar ngga kurang tidur lagi.
kevin
kalau kurang tidur bisa sampai depresi loh emang bahaya sih kalau keseeringan kurang tidur paling cepat muncul adalah stres dan kulit akan kelihatan lebih tua. kalau bisa tidur yang cukup
ferry
sebaiknya jangan sampai kurang tidur, lebih baik tidur lebih awal agar kesehatan tidak terganggu
xx
kurang tidur banyak efek negatif yang mempengaruhi, harus bisa di atur untuk jam tidur yang baik agar lebih produktif saat bekerja
runi
makanya kenapa ane selalu usahain tidur cukup, tapi kalau udah ngelembur bakalan susah juga untuk bisa dapat istirahat yang cukup, itu lah kenapa ane kadang suka ngedrop kesehatannya
Sam
sebisa mungkin setiap hari cukupi waktu tidur minimal 6 jam sehari agar tidak diliputi depresi dan kecemasan yang berlebih
Achmad
Kurang tidur bisa berakibat kinerja kurang maksimal, dan mudah stress, harus memperhatikan efeknya
rasarasa
Kurang tidur memyebabkan spesifik pada otak yang diketahui bekerja mengatur reapon emosional negatif jadi tidur lah dengan cukup minimal 8 jam
awil
kalo kurang tidur, melakukan aktivitas apa saja badan terasa lemes, apalagi untuk kerjaan yang butuh konsentrasi, sangat sulit dikerjakan
emma
mungkin itu yang kurang tidurnya parah, bahkan bisa sampai berhalusinasi

Event

Kicks Con30 November 2017 - 03 Desember 2017
Year End Sale27 November 2017 - 03 Desember 2017
Global Career and Education Fair25 November 2017 - 25 November 2017
Pelatihan Automasi Mesin Industri25 November 2017 - 25 November 2017
+ index